
Xabi Alonso Ingin Target Besar Musim Depan Bersama Madrid
Xabi Alonso Ingin Mencapai Target Positif Bersama Real Madrid Musim Depan Untuk Memenangkan Banyak Gelar Juara. Lahir di Tolosa, Spanyol, pada 25 November 1981, Alonso di kenal sebagai gelandang bertahan dengan visi luar biasa, umpan akurat, dan ketenangan yang menjadi ciri khas permainannya. Ia adalah contoh sempurna dari pemain yang mengandalkan kecerdasan taktik dan kemampuan membaca permainan.
Karier profesionalnya di mulai di Real Sociedad, namun namanya mulai di kenal luas ketika bergabung dengan Liverpool FC pada tahun 2004. Bersama The Reds, Alonso menjadi bagian penting dari tim yang menjuarai Liga Champions 2005 dalam laga legendaris melawan AC Milan. Setelah sukses di Inggris, ia kembali ke Spanyol untuk memperkuat Real Madrid, di mana ia membantu klub meraih berbagai gelar domestik dan internasional, termasuk La Liga dan Liga Champions.
Pada 2014, Xabi Alonso melanjutkan karier ke Jerman bersama Bayern München. Meski datang di usia yang tidak muda lagi, ia tetap menjadi motor permainan di lini tengah dan menunjukkan profesionalisme tinggi hingga pensiun pada 2017. Di level tim nasional, Alonso menjadi bagian dari generasi emas Spanyol yang menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.
Setelah gantung sepatu, Xabi Alonso Ingin meniti karier kepelatihan dari level junior Real Madrid, kemudian menangani Real Sociedad B. Prestasi luar biasa mulai tampak ketika ia melatih Bayer Leverkusen, membawa klub tersebut menjadi pesaing serius di Bundesliga dan mengubah gaya bermain tim menjadi lebih menyerang, rapi, dan efektif.
Xabi Alonso Ingin terus melatih sepak bola dan memenangkan banyak prestasi bersama klub yang ia tangani Ia juga Di kenal sebagai sosok yang tenang, cerdas, dan rendah hati—baik saat bermain maupun sebagai pelatih. Ia banyak di puji karena pendekatan taktik yang modern dan kemampuan membangun tim yang solid tanpa bergantung pada bintang individu.
Xabi Alonso Secara Resmi Di Tunjuk Sebagai Pelatih Kepala Real Madrid
Xabi Alonso Secara Resmi Di Tunjuk Sebagai Pelatih Kepala Real Madrid hingga musim panas 2028, menggantikan Carlo Ancelotti yang menjabat sejak 2021. Penunjukkan ini di umumkan pada 25 Mei 2025, dengan kontrak di mulai 1 Juni 2025, bertepatan dengan persiapan tim menghadapi Piala Dunia Antarklub (Club World Cup) .
Sebagai bagian dari skuat Madrid, Alonso bukan sosok asing. Ia sebelumnya bermain untuk Real Madrid pada 2009–2014 dengan 236 penampilan dan meraih enam gelar utama, termasuk Liga Champions “La Décima” . Karier kepelatihannya di mulai dari akademi Real Madrid, lalu Real Sociedad B, dan berkembang pesat di Bayer Leverkusen dengan membawa klub tersebut meraih gelar Bundesliga serta DFB-Pokal musim lalu. Mencapai rekor tanpa terkalahkan dan double domestik pertama mereka.
Di Real Madrid, tugas Alonso segera di mulai di Piala Dunia Antarklub. Debutnya berujung hasil imbang 1–1 melawan Al‑Hilal pada 18 Juni 2025, dalam kondisi tekanan tinggi dan hanya kala ia memiliki 9 sesi latihan bersama tim. Di laga berikutnya, Madrid mengamankan kemenangan 3–1 atas Pachuca berkat gol dari Bellingham, Güler, dan Valverde. Di warnai pemecahan tekanan dan pemanfaatan pemain muda seperti Gonzalo Garcia.
Kedatangan Alonso membawa gaya yang lebih menyerang dan dinamis. Ia mencoba implementasi formasi 4-3-3, memperdalam peran Bellingham dan memberi kesempatan bagi talenta akademi, seperti Güler hingga Gonzalo, yang di percaya tampil di laga besar. Tantangannya kini adalah menciptakan keseimbangan antara skema ofensif baru dan ekspektasi tinggi dari lingkungan klub, yang menuntut hasil instan .
Secara keseluruhan, penunjukan Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid menandakan awal babak baru: perpaduan antara warisan klub, kecerdasan taktik, dan visi jangka panjang dalam membangun tim yang kompetitif dan menarik. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana ia akan mencetak sejarah tak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pelatih di klub papan atas ini.
latih Muda Yang Membawa Pendekatan Modern, Cerdas, Dan Berani Dalam Taktik
Xabi Alonso di kenal sebagai pelatih Muda Yang Membawa Pendekatan Modern, Cerdas, Dan Berani Dalam Taktik. Gaya kepelatihannya mencerminkan karakter saat ia masih bermain: tenang, analitis, dan penuh visi. Ia membangun tim dengan mengedepankan keseimbangan antara kreativitas, penguasaan bola, dan tekanan kolektif, menjadikannya salah satu pelatih paling menjanjikan di Eropa.
- Filosofi Permainan Positional Play
Alonso mengadopsi pendekatan positional play yang kuat—gaya yang menekankan penempatan posisi pemain untuk menguasai ruang dan menciptakan jalur umpan progresif. Ia ingin timnya mengendalikan permainan melalui penguasaan bola, namun tetap dinamis dan cepat dalam transisi.
- Fleksibilitas Formasi
Meskipun sering menggunakan formasi dasar seperti 3-4-2-1 atau 4-3-3, Alonso sangat fleksibel dalam menyesuaikan taktik sesuai lawan dan kondisi pertandingan. Ia mampu mengubah formasi di tengah laga untuk menciptakan keunggulan numerik di lini tengah atau memperkuat pertahanan.
- Tekanan Tinggi dan Transisi Cepat
Alonso menginstruksikan timnya untuk menekan tinggi saat kehilangan bola, memaksa lawan melakukan kesalahan di area berbahaya. Saat berhasil merebut bola, transisi ke menyerang dilakukan cepat, dengan pola pergerakan rapi dan terstruktur.
- Pengembangan Pemain Muda
Salah satu kekuatan utama Alonso adalah keahliannya dalam mengembangkan talenta muda. Saat di Bayer Leverkusen, ia memberi kepercayaan penuh pada pemain-pemain muda seperti Florian Wirtz. Kini di Real Madrid, ia mulai menurunkan Arda Güler dan Gonzalo García, bahkan di pertandingan besar.
- Ketegasan dan Ketenangan
Secara emosional, Alonso di kenal tenang di pinggir lapangan, namun tetap tegas dan disiplin terhadap pemain. Ia mampu membangun kedekatan personal sambil mempertahankan otoritas sebagai pelatih kepala.
Gaya kepelatihan Xabi Alonso menunjukkan kematangan dan orisinalitas yang langka di usianya yang masih relatif muda. Ia memadukan gaya menyerang modern, penguasaan bola, serta perhatian pada detail taktik dan karakter pemain, menjadikannya pelatih masa depan yang siap bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Target Utama Alonso Bersama Real Madrid Musim Depan
Setelah resmi di tunjuk sebagai pelatih kepala Real Madrid mulai musim 2025/2026. Xabi Alonso di hadapkan pada ekspektasi besar dari klub dan para pendukung. Sebagai mantan pemain yang pernah meraih sukses bersama Los Blancos, Alonso kini mengemban tanggung jawab untuk membawa Real Madrid tetap berada di puncak, baik di level domestik maupun Eropa. Berikut adalah Target Utama Alonso Bersama Real Madrid Musim Depan:
- 1. Menjuarai La Liga
La Liga selalu menjadi prioritas utama bagi Real Madrid. Alonso diharapkan bisa membawa konsistensi permainan sepanjang musim dan bersaing ketat dengan rival abadi, seperti FC Barcelona dan Atletico Madrid. Dengan kedalaman skuad yang dimiliki, gelar liga menjadi target realistis dan penting.
- Merebut Liga Champions
Sebagai klub tersukses di Liga Champions, ekspektasi Madrid di Eropa selalu tinggi. Alonso di tuntut tidak hanya membawa tim melaju jauh, tetapi juga menjadi juara Eropa. Terutama karena ia mewarisi tim yang sudah sarat pengalaman dan bertabur bintang seperti Jude Bellingham, Vinícius Jr., dan Eduardo Camavinga.
- Mengembangkan Pemain Muda
Manajemen Madrid memberikan kepercayaan pada Alonso juga karena kemampuannya mengembangkan talenta muda, seperti yang ia tunjukkan di Bayer Leverkusen. Musim depan, ia di harapkan memberi peran lebih besar pada pemain muda potensial seperti Arda Güler, Endrick, dan Gonzalo García.
- Menjaga Identitas dan Gaya Main Klub
Alonso diharapkan menghadirkan sepak bola menyerang dan atraktif, sesuai DNA Real Madrid. Selain hasil, gaya bermain yang agresif, dominan, dan menghibur juga menjadi target penting yang harus dipenuhi.
- Sukses di Piala Dunia Antarklub & Copa del Rey
Musim 2025/2026 juga menjadi momen penting karena Real Madrid akan tampil di Piala Dunia Antarklub yang di perluas. Menjadi juara di turnamen ini akan memperkuat posisi Alonso sekaligus menambah koleksi trofi internasional klub. Di ajang Copa del Rey, Alonso juga di harapkan bisa bersaing hingga final dan meraih trofi domestik tambahan. Itulah tadi beberapa ulasan tentang Xabi Alonso Ingin.